Perbedaan yang paling mendasar terletak pada kedalaman masalah, tingkat kebaruan (novelty), kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, kompleksitas metodologi, serta posisi penelitian terhadap perkembangan ilmu.
| Aspek | Skripsi | Tesis | Disertasi |
|---|---|---|---|
| Jenjang | S1 | S2 | S3 |
| Tujuan utama | Membuktikan kemampuan melakukan penelitian ilmiah | Mengembangkan dan menguji pemikiran/pengetahuan secara lebih mendalam | Menghasilkan kontribusi baru terhadap ilmu pengetahuan |
| Fokus | Penerapan ilmu | Pengembangan/pengujian ilmu | Penciptaan/pengembangan signifikan ilmu |
| Masalah penelitian | Relatif spesifik dan terbatas | Lebih kompleks | Kompleks, fundamental, dan/atau strategis |
| Kajian teori | Memadai untuk menjelaskan masalah | Mendalam dan kritis | Sangat mendalam, kritis, dan mampu membangun argumentasi teoretis |
| Metodologi | Umumnya satu pendekatan utama | Lebih kompleks dan analitis | Sangat kuat, dapat multidisiplin atau mengembangkan metodologi |
| Novelty | Tidak selalu dituntut sebagai kontribusi baru yang kuat | Ada unsur kebaruan atau pengembangan | Novelty merupakan tuntutan utama |
| Kontribusi | Kontribusi praktis/akademik terbatas | Kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan atau pemecahan masalah | Kontribusi baru yang jelas terhadap body of knowledge |
| Pertanyaan utama | "Bagaimana menerapkan ilmu untuk menjawab masalah?" | "Apa yang dapat dikembangkan atau diuji dari pengetahuan yang ada?" | "Apa pengetahuan baru yang dapat saya kontribusikan kepada ilmu?" |


.jpeg)





